Dulu, waktu saya kecil, saya sering ikut orang tua saya ke pasar. Di pasar, rimpu sudah menjadi pemandangan umum dan tidak asing bagi saya. Orang-orang Bima dulu biasa menggunakan rimpu saat keluar rumah, entah itu ke pasar, ke sawah, ke tempat orang yang meninggal, dan di tempat umum lainnya. Rimpu menggunakan
sarung tenun khas bima yang disebut "tembe nggoli". Ada dua jenis rimpu yang sering digunakan, yakni Rimpu Mpida dan Rimpu Colo. Rimpu mpida biasanya digunakan oleh anak gadis yang disebut "dou sampela", sedangkan rimpu colo, biasanya digunakan oleh kaum Ibu-ibu. Kira-kira seperti itu yang saya pahami. Nah, untuk zaman sekarang, rimpu ini sudah sangat terbatas sekali pemakainya. Hmm, sepertinya banyak faktor yang membuat pakaian bernama rimpu ini terbatas pemakainya, salah satunya sebut saja modernisasi.
Yapz, faktor modernisasi cenderung membuat masyarakat pada umumnya terutama anak muda menganggap bahwa rimpu itu ketinggalan zaman, pakaian orang-orang kuno yang ndak gaul, pakaian orang-orang desa, dan alasan lainnya yang sebenarnya menurut saya terlalu naif. Yah, tapi apa mau dikata, memang zaman sudah berubah, namun mestinya nilai luhur yang bisa diambil dari pemakaian rimpu ini harusnya tetap menjadi landasan berpijak kita, yakni menutup aurat. Yupz, sekali lagi mohon digaris bawahi "menutup aurat" guys...!!!
Secara logika, kalau memang wahai para perempuan yang dirimu asli dou Mbojo (red; asli orang Bima) atau secara umum seorang Muslimah menganggap atau malu karena rimpu itu dibilang kuno, ketinggalan zaman, ada bentuk yang modern; Jilbab!!! Gimana?? Setuju?? Benarkah Jilbab itu Modern?? Ye ileeh hari gini kalau ada yang masih bertanya demikian, maka bukanlah matanya yang buta tapi hatinya.
Begini deh, mendingan kita lirik modern itu sebenarnya seperti apa sih? Bagi saya sesuatu yang modern itu, seperti yang diungkapkan dalam buku "Sekuler Loe Gue End" karyanya Bang Jonru, Akmal Sjafril, dkk; lebih baik, banyak bisanya, user friendly, dan jangka panjang. Ibarat mesin tik dengan laptop lah. Laptop dikatakan modern dibanding mesin tik karena laptop lebih baik, banyak bisanya, mudah penggunaannya (user friendly) dan tentunya jangka panjang, bukan??
Nah, begitu pula dengan jilbab. Kalau zaman sekarang rimpu itu sudah dianggap "aneh" ketika ke acara resmi, maka jilbab tidak mungkin dianggap demikian. Secara nilai Jilbab sama dengan rimpu, namun secara penerimaan oleh masyarakat luas, Jilbab bisa digunakan kapan pun dan di manapun. Banyak bisanya, bukan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar